Kritik atau Ancaman ? Menakar Nyali Demokrasi Kita



MEJAHIJAU - Polemik film dokumenter "Pesta Babi", Founder BW Bersatu WargaNet sekaligus Aktivis Media Sosial, Imam Syafi’i, S.H., memberikan pandangan yang menyejukkan namun tetap kritis. Ia mengajak pemerintah untuk melihat gelombang aspirasi di media sosial sebagai bentuk kecintaan rakyat terhadap perbaikan bangsa.

Dalam ulasan digitalnya, Imam menyampaikan bahwa kehadiran karya seni seperti film dokumenter adalah bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Menurutnya, respons terbaik bukanlah pembatasan, melainkan ruang diskusi.

"Kita semua ingin Indonesia maju. Oleh karena itu, kritik dalam bentuk apa pun sebaiknya diterima sebagai alat ukur efektivitas kebijakan di lapangan. Ini adalah ruang bagi pemerintah untuk menunjukkan kewibawaannya dengan cara merangkul aspirasi, bukan menjauhinya," ujar Imam Syafi'i.

Edukasi Etika Digital Sebagai aktivis yang vokal di ruang siber, Imam juga tak henti-hentinya mengingatkan warga net agar tetap menjaga adab dalam bersuara. Ia menekankan bahwa keberanian mengkritik harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kerukunan nasional.

Ia ingin memastikan bahwa BW WargaNet menjadi pelopor gerakan digital yang cerdas: berani menyuarakan kebenaran, namun tetap patuh pada koridor hukum dan etika yang berlaku di Indonesia.

"Kita bisa tetap kritis tanpa harus anarkis. Inilah jalan tengah yang harus kita ambil agar ruang publik kita tetap produktif dan damai," pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama