Pemuda Bontocani Minta Aparat Selidiki Kelangkaan BBM, Soroti Dugaan Penimbunan


Mejahijau, Bone - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, terus menuai keresahan di tengah masyarakat. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas warga, terutama bagi mereka yang bergantung pada BBM untuk bekerja ke kebun, berjualan, maupun mengantar anak ke sekolah.

Menanggapi situasi tersebut, salah satu pemuda Bontocani, Mudaksir, mendorong agar persoalan ini segera disuarakan secara terbuka ke publik dan mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Ia menilai kelangkaan BBM di Bontocani perlu ditelusuri lebih jauh, terlebih karena di daerah lain seperti Makassar kondisi stok BBM disebut masih relatif stabil.

Menurut Mudaksir yang juga mantan Aktivis Mahasiswa, kondisi kelangkaan yang berkepanjangan ini memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat terkait kemungkinan adanya praktik yang tidak wajar dalam distribusi BBM. Karena itu, ia meminta aparat terkait segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut.

“Ini perlu disuarakan oleh pemuda Bontocani karena masyarakat sudah sangat resah. Harus ada langkah cepat dari aparat untuk menyelidiki penyebab kelangkaan BBM ini, termasuk jika memang ada dugaan penimbunan oleh oknum,” ujar Daksir Selasa, (31/03/2026).

Ia juga mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bertindak cepat agar kondisi tersebut tidak semakin memperburuk keadaan dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Masyarakat butuh kepastian. Jangan biarkan kondisi ini terus berlarut sampai menimbulkan keresahan yang lebih luas. Jika ada pelanggaran, tentu harus ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Warga Bontocani pun berharap distribusi BBM segera kembali normal dan aparat terkait dapat memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab kelangkaan yang terjadi.(*)


Lebih baru Lebih lama