Mejahijau, Bone - Masyarakat di Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, saat ini mengalami kesulitan akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari warga, terutama mereka yang bergantung pada BBM untuk bekerja ke kebun, mengantar anak ke sekolah, maupun memenuhi kebutuhan transportasi lainnya.
Kelangkaan BBM tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga mengaku semakin sulit mendapatkan pasokan BBM, sehingga harus mencari hingga ke luar desa dan kecamatan demi memenuhi kebutuhan harian.
Salah satu pemuda Desa Bulusirua, Rusdianto, menyampaikan kegelisahannya atas kondisi yang terjadi di wilayah Bontocani. Menurutnya, keresahan masyarakat terus meningkat karena pasokan BBM semakin sulit diperoleh.
“Sudah banyak masyarakat yang resah dengan kelangkaan BBM ini. Bahkan saya sendiri harus keliling keluar desa untuk mencari stok BBM, lalu membawanya pulang untuk menjaga persediaan,” ujar Rusdianto, Selasa (31/03/2026).
Ia juga menyoroti naiknya harga BBM di tingkat pengecer yang kini mencapai Rp15.000 per liter. Kondisi tersebut dinilai sangat memberatkan warga, apalagi sebagian besar aktivitas masyarakat Bontocani sangat bergantung pada ketersediaan BBM.
“Penjual bensin eceran saat ini menjual bensinnya dengan harga Rp15 ribu per liter. Ini sangat mencekik warga di Bontocani yang aktivitas kesehariannya bergantung pada BBM,” tambahnya.
Masyarakat berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan BBM di Kecamatan Bontocani, sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal dan harga BBM di tingkat eceran tidak semakin membebani masyarakat. (*)
