Mahasiswa KKN Unhas Laksanakan Pemberdayaan UMKM Di Kelurahan Tanahloe melalui Digitalisasi Lokasi Usaha pada Google Maps dan Penguatan Identitas Usaha melalui Pemasangan Spanduk

 


Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui digitalisasi lokasi usaha pada Google Maps serta penguatan identitas usaha melalui pemasangan spanduk di Kelurahan TanahLoe, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, pada Selasa (21/7/2026).

Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membantu pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital sekaligus meningkatkan daya saing usahanya. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital untuk mencari informasi produk maupun lokasi usaha, keberadaan UMKM di ruang digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

Penanggung jawab kegiatan, Nurul Aeni, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan solusi sederhana namun memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan usaha masyarakat. Melalui pendampingan secara langsung, mahasiswa membantu para pelaku UMKM mendaftarkan lokasi usahanya ke Google Maps sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan. Selain itu, pemasangan spanduk usaha dilakukan sebagai upaya memperkuat identitas dan citra usaha agar lebih dikenal oleh masyarakat sekitar.

"Kemajuan sebuah usaha tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ketika pelaku UMKM berani memanfaatkan teknologi dan membangun identitas usahanya, mereka sedang membuka peluang untuk berkembang lebih luas," ujar Nurul Aeni.

Ia menambahkan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang memiliki produk berkualitas, namun belum memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi dan pemasaran. Akibatnya, potensi usaha yang dimiliki belum dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mulai memanfaatkan teknologi secara sederhana namun efektif.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi terhadap beberapa UMKM di Kelurahan TanahLoe untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kendala yang dihadapi pelaku usaha. Berdasarkan hasil observasi tersebut, mahasiswa kemudian melakukan sosialisasi mengenai pentingnya transformasi digital bagi UMKM, khususnya pemanfaatan Google Maps sebagai sarana memperluas jangkauan pelanggan.

Dalam sesi pendampingan, mahasiswa membantu pelaku usaha membuat dan melengkapi profil lokasi usaha di Google Maps, mulai dari penentuan titik koordinat, penambahan nama usaha, kategori usaha, jam operasional, nomor kontak, hingga dokumentasi berupa foto-foto produk dan tempat usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas usaha sekaligus memudahkan masyarakat menemukan lokasi usaha secara akurat.

Selain digitalisasi lokasi usaha, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya identitas visual bagi sebuah usaha. Sebagai bentuk implementasi, setiap UMKM sasaran mendapatkan pemasangan spanduk yang memuat nama usaha serta informasi dasar yang dapat menjadi media promosi sekaligus memperkuat identitas usaha di mata konsumen.

Keberadaan spanduk dinilai memiliki peran penting, terutama bagi usaha yang berada di lingkungan permukiman atau lokasi yang belum banyak dikenal masyarakat. Dengan identitas usaha yang jelas, pelanggan akan lebih mudah mengenali lokasi usaha sehingga dapat meningkatkan kepercayaan sekaligus menarik calon konsumen baru.

Program ini mendapat respons positif dari para pelaku UMKM. Salah satu pelaku usaha mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan tersebut karena sebelumnya belum memahami cara mendaftarkan usahanya ke Google Maps maupun pentingnya membangun identitas usaha yang profesional.

Menurutnya, keberadaan lokasi usaha di Google Maps akan mempermudah pelanggan menemukan tempat usahanya, terutama bagi pelanggan dari luar daerah. Selain itu, pemasangan spanduk memberikan kesan usaha yang lebih resmi dan terpercaya sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung.


Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini bukan hanya menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan yang langsung menyentuh kebutuhan pelaku UMKM, mahasiswa berharap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Program pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital sektor usaha mikro dan kecil sebagai salah satu strategi memperkuat perekonomian daerah. Dengan memanfaatkan platform digital, UMKM memiliki peluang yang lebih besar untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap semakin banyak pelaku UMKM di Kelurahan TanahLoe yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran, membangun identitas usaha yang lebih profesional, serta meningkatkan kepercayaan pelanggan. Ke depan, langkah sederhana seperti digitalisasi lokasi usaha dan penguatan identitas diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan UMKM yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Bantaeng.

Lebih baru Lebih lama