Dari Pemilihan Mitra hingga Mark-up Pengadaan Kejagung Bongkar Sistem Korupsi Terstruktur MBG


MEJAHIJAU - Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) periode Agustus 2024-Juni 2026, Dadan Hindayana, bersama dua pejabat teras BGN lainnya pada Rabu (3/6), menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025-2026. Pada hari-hari berikutnya, penyidikan berkembang menginvestigasi dua tersangka tambahan dari kalangan swasta pengurus yayasan hingga vendor gadget yang tidak memenuhi syarat.

Inilah penegakan korupsi pertama terhadap Proyek Strategis Nasional. Namun cerita di baliknya lebih menggambarkan sebuah sistem yang tidak hanya rusak, tetapi dirancang untuk dirusak.

Modus korupsi ini menyasar anggaran jumbo Program MBG yang mencapai Rp85,27 triliun pada 2025 dan Rp258 triliun pada 2026, dengan program yang seharusnya dikelola oleh yayasan sekolah sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) justru diselewengkan, di mana para tersangka diduga menggunakan dan mengendalikan yayasan-yayasan yang terafiliasi dengan mereka untuk meraup insentif hingga miliaran rupiah per hari.

Dugaan korupsinya sederhana pada muka, tetapi korosif pada skop. Kejaksaan memaparkan bentuk tindak pidana korupsi dilakukan oleh para tersangka, yakni terjadi mark-up dalam pengadaan barang berupa motor listrik, sepatu, dan televisi. Pengadaan motor listrik sendirian menelan Rp 1,1 triliun untuk 21.801 unit sebuah volume yang sulit dibenarkan operasionalnya mengingat cakupan SPPG yang sesungguhnya.

Namun yang lebih persis adalah pola pemilihan mitra. Sony diduga memberikan akses kepada Asep untuk mengintervensi tim verifikator mitra MBG sehingga Asep dapat mengetahui lokasi dapur yang kosong dan mengatur sedemikian rupa calon SPPG yang mendaftar pada portal Mitra MBG, setelah mengatur lokasi-lokasi SPPG tersebut, Asep diduga memberikan sejumlah uang, baik dalam mata uang asing maupun mata uang rupiah, kepada Sony. Jual beli izin dalam format modern, tanpa meninggalkan jejak tradisional.

Persoalannya bukan hanya individu oknum yang serakah. Indikasi kegagalan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program menunjukkan bahwa masalah di BGN bukan hanya tentang individu, tetapi tentang cara kerja institusi secara menyeluruh, seperti penetapan desain program, desain kelembagaan, implementasi program, hingga belanja pengadaan program tanpa mempertimbangkan risiko yang ditimbulkan akibat penetapan kebijakan. 

PSN yang seharusnya menjadi simbol komitmen nutrisi malah menjadi menu buffet bagi mereka yang tahu cara memainkan sistem. Pencopotan pimpinan adalah gestur. Tanpa evaluasi struktural, pola lama siap mengulangi dirinya. (*)

Lebih baru Lebih lama