MEJAHIJAU.ONLINE, Makassar - Civitas akademika kimia menggelar kegiatan Kajian Islam dan Silaturahmi (KIMDAS) yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Rabu, 5 Maret 2026 (15 Ramadhan 1447 H) di Science Building Fakultas MIPA. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang dibangun Himpunan Mahasiswa Kimia Unhas dengan Himpunan Kimia Indonesia (HKI) dan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana, yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menghadirkan ruang refleksi spiritual di bulan suci Ramadan.
Acara yang dimulai pada pukul 16.00 WITA ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Suci Aulia, yang menghadirkan suasana khidmat bagi para peserta yang hadir.
Setelah pembacaan Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sederhana dari Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kimia, Ghilang Budiman Kallo, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan KIMDAS menjadi momentum yang baik untuk mempererat kebersamaan di lingkungan civitas akademika kimia.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkuat silaturahmi antara mahasiswa, dosen, dan seluruh keluarga besar kimia. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan di lingkungan akademik,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Kimia, Fairuz Erlangga Nadwi, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar elemen di lingkungan departemen.
“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga melalui kegiatan seperti ini, kolaborasi antara mahasiswa sarjana, pascasarjana, serta para dosen dapat terus terjalin dengan baik untuk mendukung kegiatan akademik maupun kegiatan kemahasiswaan,” tuturnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Dr. Syahruddin Kasim, yang menyampaikan kajian ringan mengenai fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang banyak dirasakan generasi muda di era digital saat ini. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga fokus dalam menuntut ilmu dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial yang muncul dari lingkungan maupun media digital.
“Di era digital saat ini, banyak orang merasa tertinggal karena melihat pencapaian orang lain di media sosial. Padahal setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Jangan sampai rasa FOMO membuat kita kehilangan fokus terhadap tujuan kita sebagai penuntut ilmu,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa ilmu kimia memiliki peran yang sangat luas dalam kehidupan manusia.
“Ilmu kimia tidak hanya hadir di laboratorium, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dari makanan yang kita konsumsi, obat yang kita gunakan, hingga berbagai teknologi yang berkembang saat ini. Oleh karena itu, mempelajari kimia dengan sungguh-sungguh berarti kita sedang mempersiapkan diri untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Setelah sesi tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan sepatah kata dari Ketua Departemen Kimia Program Studi S1, Ibunda Fauziah, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam sepatah katanya, beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penguatan spiritual dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan akademik.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempererat silaturahmi di antara mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam lingkungan akademik,” tutur Ibunda Fauziah.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Departemen Program Studi S2, Prof. Indah Raya, yang mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kebersamaan dalam kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa lingkungan akademik tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga tempat membangun nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi generasi mahasiswa berikutnya,” ujar Prof. Indah Raya
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta peserta yang hadir. Sebelum berbuka, moderator yang memandu kajian menyoroti beberapa hal terkait pelaksanaan berbuka puasa.
"Sebelum berbuka, para hadirin wal hadirat, ibu, bapak, dan teman-teman sekalian perlu mengetahui bahwa kebanyakan orang masih salah dalam urutan berbuka. Ada urutan berbuka yang sebenarnya sudah diajarkan oleh Rasulullah. Dari Anas Bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah SAW biasa berbuka puasa sebelum sholat dengan Ruthab (kurma basah), jika tidak ada Ruthab maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), dan jika tidak ada Tamr, beliau meminum seteguk air.” - ujarnya sebelum berbuka puasa.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam momen tersebut, memperkuat ukhuwah di lingkungan civitas akademika kimia. Melalui kegiatan KIMDAS ini, diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antar civitas akademika, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menuntut ilmu serta memaknai peran ilmu kimia dalam berbagai aspek kehidupan. (*)
