Makassar - Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar didatangi sejumlah massa setelah muncul dugaan kasus malpraktik yang menyebabkan kondisi tangan seorang bayi mengalami pembengkakan hingga luka.
Kedatangan massa tersebut merupakan bentuk aksi dari pihak keluarga korban bersama sejumlah elemen mahasiswa yang menuntut adanya kejelasan terkait penanganan medis terhadap bayi berusia sekitar sembilan bulan tersebut.
Aksi tersebut berlangsung di rumah sakit yang berada di kawasan Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, pada Kamis (6/3/2026). Kedatangan massa sempat menimbulkan ketegangan dengan pihak keamanan rumah sakit karena adanya pembatasan akses masuk ke area fasilitas kesehatan tersebut.
Meski sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas keamanan, situasi di lokasi berhasil dikendalikan setelah aparat kepolisian turun langsung melakukan pengamanan.
Menurut pihak kepolisian, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi dari keluarga korban yang menduga adanya kelalaian dalam penanganan medis terhadap bayi tersebut.
Pihak keluarga menilai kondisi tangan bayi yang mengalami pembengkakan dan luka setelah proses perawatan merupakan akibat dari tindakan medis yang tidak sesuai prosedur.
Selain melakukan aksi di rumah sakit, keluarga korban juga telah melayangkan somasi kepada pihak rumah sakit dan menuntut pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.
Dalam somasi tersebut, keluarga meminta klarifikasi mengenai dugaan kesalahan yang terjadi serta menuntut ganti rugi baik secara material maupun non-material.
Keluarga korban juga meminta agar pihak rumah sakit melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan dan prosedur medis agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Sementara itu, pihak kepolisian menyebutkan bahwa laporan terkait dugaan malpraktik tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam proses penanganan lebih lanjut.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik setelah foto kondisi tangan bayi tersebut beredar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan kronologi kejadian serta dugaan kelalaian dalam penanganan medis terhadap pasien bayi tersebut.
